Sinergi PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat dalam Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Guru Terdampak Bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap guru-guru terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat, Pengurus Besar (PB) PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA) bersinergi menyelenggarakan kegiatan Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Bencana dengan tema “Pulih Bangkit Bersama Menguatkan Hati, Menumbuhkan Harapan”. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara organisasi profesi guru dan perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan psikologis pendidik sebagai garda terdepan pendidikan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang guru dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, serta Kabupaten Lima Puluh Kota. Turut hadir perwakilan Bupati Kabupaten Solok yang diwakili oleh Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bapak H. Jefrizal, S.Pt., M.T, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat Drs. Darmalis, M.Pd, Ketua PGRI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, unsur Kecamatan Junjung Sirih, serta para peserta kegiatan.
PGRI Provinsi Sumatera Barat bersama Universitas PGRI Sumatera Barat berperan sebagai penggerak utama kegiatan dengan menghadirkan program dukungan psikososial yang bersumber dari solidaritas guru secara nasional. Melalui semangat “Dari Guru untuk Guru”, PB PGRI menyalurkan bantuan dan pendampingan psikologis sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam melindungi dan menguatkan guru, tidak hanya dari sisi profesi, tetapi juga dari aspek sosial dan kemanusiaan.
Perwakilan PB PGRI, Ibu Dra. Endang Yuliastuti, M.Pd, menyampaikan bahwa PB PGRI hadir untuk merasakan langsung kondisi yang dialami para guru di daerah terdampak. Kolaborasi dengan berbagai macam banyak instansi, baik itu lembaga atau orgnisasi yang berada pada pengurusan PB PGRI serta organisasi atau lembaga pemerintah dan non pemerintah adalah salah satu bentuk dari usaha yang dilakukan oleh PGRI dalam memaksimalkan kegiatan pasca banjir dan longsor di Sumatera baik kegiatan yang berbentuk penyaluran bantuan maupun kegiatan Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Bencana.
Selanjutnya sambutan dari Ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat, Bapak Drs. Darmalis, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membantu guru-guru terdampak bencana untuk kembali bangkit secara psikologis, sekaligus mendorong mereka agar dapat meneruskan praktik dukungan psikososial kepada rekan sejawat dan peserta didik di lingkungan sekolah masing-masing. Kehadiran PB PGRI yang saat ini di wakilkan oleh Ibu Dra. Endang Yuliastuti, M.Pd dan ibu Arum Puri Suryandari, S.Si., M.Pd merupakan salah satu tindakan pemulihan yang dapat dilakukan oleh PB PGRI dalam membantu para guru agar dapat terlepas dari trauma, serta membekali para guru untuk juga dapat trampil dalam menerapkan semua praktik baik yang didapatkan dari Ibu Endang dan Ibu Arum untuk dapat diterapkan pada sekolah-sekolah tempat para guru mengabdi.
Sementara itu, Universitas PGRI Sumatera Barat turut mengambil peran strategis melalui kontribusi keilmuan dan sumber daya akademik. Keterlibatan Program Studi Bimbingan dan Konseling menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, dimana Bapak melalui Bapak Rici Kardo, M.Pd., Kons beserta para dosen BK, berperan sebagai fasilitator dalam sesi dukungan psikososial dan trauma healing. Kontribusi ini mencerminkan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan bimbingan dan konseling.
Rektor Universitas PGRI Sumatera Barat, Bapak Prof. Dr. Ansofino, M.Si, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis pascabencana. Sinergi antara PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat merupakan model kolaborasi yang saling melengkapi antara kekuatan organisasi profesi dan keilmuan akademik.
Ketua PGRI Kabupaten Solok, Bapak Yongkerman, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat. Ia menuturkan bahwa Kabupaten Solok merupakan salah satu wilayah yang cukup terdampak bencana, termasuk di antaranya guru-guru yang mengalami tekanan psikologis. Ia juga menjelaskan bahwa pada tahap awal pascabencana, PGRI Kabupaten Solok telah menggerakkan ratusan guru untuk memperbaiki dan membersihkan fasilitas sekolah dan membantu masyarakat sebagai bentuk solidaritas sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Harian PB PGRI pada Universitas PGRI Sumatera Barat yang sekaligus menjabat sebagai Bendahara PGRI Provinsi Sumatera Barat, Bapak Dr. Dasrizal, M.P, menyampaikan bahwa kolaborasi antara PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat merupakan kekuatan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan pascabencana. Bapak Dasrizal menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang empati dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi para pendidik.
Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Solok, Bapak H. Jefrizal, S.Pt., M.T, yang mewakili Bupati Kabupaten Solok, menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan akibat bencana, tumbuh semangat kebersamaan yang kuat di antara para guru. Kehadiran PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat dinilai sebagai dukungan moral yang sangat berarti dalam memperkuat guru dalam hal psikologis pasca bencana.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial dan kegiatan trauma healing, seperti Terapi Menulis Ekspresif (Expressive Writing Therapy) serta Penyeimbangan Emosi, Memahami Kondisi Siswa Pasca Bencana, Mengelola Pembelajaran dengan Sarana Minimal, Kegiatan Sosial-Emosional Sederhana (SEL), dan Guru sebagai Pemimpin yang Menenangkan.
Melalui kegiatan Dukungan Psikososial dan Trauma Healing Pasca Bencana ini, sinergi antara PB PGRI, PGRI Provinsi Sumatera Barat, dan Universitas PGRI Sumatera Barat menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan psikologis dan sosial guru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun ketahanan pendidik serta menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah terdampak bencana.

